oleh

Danramil dan kapolsek bagor pimpin penggamanan 490 siswa ujian sabuk hijau Psht ranting bagor

-HANKAM-44 views

Danramil bagor Kapten Chb Slamet Mujoko mengungkapkan ” minggu yang cerah menjadikan suasana damai ‘n penuh semangat untuk jalani aktifitas. Banyak anak-anak muda keluar bersama pasangannya sendiri-sendiri, tapi bagi kami aktivitas tersebut hanya akan menjadikan kader-kader bangsa yang bobrok, penuh dengan kemaksiatan, daripada melakukan hal yang gak ada manfaatnya tersebut kami bersama mas-mas warga merancang sebuah strategi penyamaan jurus sabuk hijau untuk disajikan kepada adik adik, kami bersama mas-mas warga dan tamu undangan mulai berkumpul di Lapangan Sdn Sugiwaras. minggu (09/02/2020)

Ketua ranting bagor Wahyu Utomo dan didampingi oleh para pelatih, memulai latihan seperti biasa, melakukan pemanasan, kemudian dilanjutkan lari-lari mengintari desa sugiwaras dst hingga masuk ruangan sdn sugiwaras, penuh dengan keringat membuat adik-adik semangat untuk berlatih, mas-mas warga pun ikut bangga karena semangat dan tekad adik-adik tsb.

Sambil menanti adik-adik hilang rasa capeknya, mas-mas warga menempati pos masing-masing. Pembagian pos sudah ditentukan waktu rapat, yaitu terdiri dari empat pos, pos pertama mendapat materi asdower yang pegang oleh Mas Farid, Mas Rahman dan Mas Roni, kemudian pos dua mendapat materi senam dipegang oleh Mas Agung, Mas Akin, dan Mbak Ririn, pos ketiga jurus dipegang oleh Mas Emon dan Mas huda, dan pos terakhir bagian pengarahan/ke-SH-an yang diisi oleh tamu kita mas agus dan mas eko.

Siswa satu persatu dipanggil untuk melaksanakan tes tsb, dengan penuh keyakinan dan semangat yang berkobar demi mendapatkan sabuk hijau/demi kenaikan tingkat halangan apapun mereka tempuh. Satu demi satu siswa pun telah selesai melaksanakan tugas dari pos I sampai Pos terakhir. Siswa yang sudah selesai tugasnya langsung menemui mas Erifa untuk mendapatkan pencerahan atau wawasan tentang kegiatan yang ada di peaktekan

Tarung antar siswa pun segera dimulai (sambung), disini sambung tidak diartikan saling melukai antar siswa, melainkan menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat, penuh dengan penjiwaan yang mendalam, seni dan pola langkah sangat diperhatikan. Doa sambung yang dipimpin oleh pelatih tetap kita diikuti semua siswa menunjukkan sambung segera dimulai. Membentuk sebuah lingkaran besar, satu persatu masuk dalam kalangan, gerakan, seni, pola langkah akan dilagakan dalam pertandingan tsb.@duky

Komentar

News Feed