oleh

Serma Juki Bati Komsos Koramil Rejoso Hadiri Temu Lapang Panen Raya Bawang Merah

-PERTANIAN-146 views

Rejoso – Koramil 0810/15 Rejoso yang di wakili serma juki bati komsos menghadiri kegiatan Temu Lapang dalam rangka Panen Raya Bawang Merah yang dilaksanakan di Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso, Senin (19/08/2019).

Kegiatan tersebut di hadiri H. Novi Rahman Hidayat S.Sos.MM Bupati Nganjuk, Dr.Drs Marhen Djumadi SH.SE.MM.MBA Wakil Bupati Nganjuk, Ir Yudi Ernanto Kadis Pertanian Kabupaten Nganjuk, Musni Hardi Kusuma Atmaja Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Puguh Harnoto SSTP.MM Camat Rejoso, AKP Burhanudin Kapolsek Rejoso, Serma Juki Bati Komsos Koramil Rejoso dan Pengawas Penyuluh Lapangan Se Kabupaten Nganjuk serta Ketua Kelompok Tani Bawang Merah Se Kabupaten Nganjuk.

Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Bapak Akat perwakilan klaster Bawang Merah Mojorembun yang intinya di desa mojorembun dan sukorejo kurang lebih ada 400 Ha lahan yang di tanami bawang merah dengan kehadiran Bapak Bupati Nganjuk bisa memberikan motivasi para petani dan berharap untuk harga bawang merah bisa stabil, harapan petani ada program listrik masuk sawah untuk proteksi aman bagi tanaman sebagai solusi penghilang hama.

Perwakilan Bank Indonesia Kediri dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak bupati nganjuk H Novi Rahman Hidayat S.Sos MM berkenan menyempatkan waktunya untuk mengikuti kegiatan panen raya bawang merah di Desa Mojorembun Kecamtan Rejoso ini dan aset bawang merah ini merupakan binaan Bank Indonesia dengan dengan predikat peringkat 3 dari beberapa Provinsi.

H. Novi Rahman Hidayat S.Sos. MM menyampaikan bahwa temu lapang ini bertujuan untuk mengetahui implementasi sistem pertanian yang ada di Wilayah Kabupaten Nganjuk, untuk siatem zoom in dan zoom on kami ingin melihat langsung ke petani yang ada di wilayah Kecamatan Rejoso ini, untuk lahan yang di tanami bawang merah di Kabupaten Nganjuk baru 14.000 Ha sementara instruksi dari Ibu Gubernur Jawa Timur agar ditingkatkan menjadi 20.000 Ha, sementara untuk ancaman ancaman dalam bidang pertanian yang ada di Wilayah Kabupaten Nganjuk Buoati Nganjuk menyampaikan yang pertama hama, tenaga semakin mahal, biaya operasional semakin mahal, lahan pertanian semakin berkurang, hasil pertanian yang kurang bagus dan kurangnya minat pemuda dalam hal bertani untuk itu mari kita ubah sistem pertanian yang semula tradisional menjadi modern seperti alat mesin sirat dengan sistem ini kita bisa menghemat baiya operasional serta menggunakan organik yang bisa menaikkan nilai hasil pertanian.

Acara temu lapang yang di adakan di desa mojorembun kecamatan rejoso di akhiri dengan acara ramah tamah dan di tutup doa. (rjs)

Komentar

News Feed